Wednesday, May 4, 2011

Untukmu Adam dan Hawa


Adam..

Kau bilang dirimu hebat dan kuat ibarat pahlawan,
Gagah perkasa seperti Badang,
Kau gunakan Hawa sebagai umpan,
Untuk membuktikan kelelakianmu yang hanya temberang.
Hawa...
Kau bangga dengan kecantikan lahiriah yang ada padamu,
Kau sanjung tinggi Adam yang terpikat dengan keindahan rupamu,
Kau tersenyum manis saat Adam melihat lenggok tubuhmu,
Tapi kau marah dan benci bila ada segelintir Adam yang menegurmu. 
Adam...
Kadangkala kekacakan yang ada padamu,
Bisa membuat Hawa lemah dan cair ibarat ais terkena api,
Hati yang rapuh mudah luluh dan tunduk pada nafsu,
Jiwa yang halus mudah pula jatuh hati. 
Hawa...
Iblis menggunakanmu sebagai umpan untuk memerangkap Adam,
Kau harus ambil kesempatan ini untuk memperdayakan Iblis,
Selamatkanlah Adam dari cengkaman api yang tidak akan terpadam,
Jatuhkanlah musuh Islam dengan akal satumu yang genius. 
Adam...
Kata-kata manis nistamu bisa menggoda hati Hawa,
Senyum nakalmu membuatkan Hawa semakin suka,
Lembutmu dalam berkata membuatkan Hawa senang mendekatimu,
Sikap prihatinmu membuat Hawa tergilakan perhatianmu. 
Hawa...
Sikapmu yang tidak endah menjadikan Adam berani terhadapmu,
Berani mengambil kesempatan untuk menyentuh maruahmu,
Ketidaktegasanmu membuatkan Adam semakin suka akan dirimu,
Hingga kau pun hanyut dalam dunia cinta palsu.
Adam...
Kau bilang akalmu sembilan mengalahkan nafsumu yang satu,
Gunakanlah akalmu itu untuk mendidik nafsumu yang boleh membinasakan Hawa,
Cerdikkanlah akalmu itu dengan berjihad menentang nafsumu,
Agar Hawa terpelihara sentiasa dalam jagaan taqwa. 
Hawa...
Lenggok tubuhmu bisa membuat Adam terpaku dan mata menjadi sepi,
Lembut suaramu bisa mencairkan hati lelaki Adam,
Longgarkanlah pakaianmu agar tubuhmu tertutup rapi,
Tegaskanlah suaramu supaya syaitan tidak berpeluang merasuk Adam. 
Oleh itu Adam...
Bersikap tegaslah dengan Hawa dalam setiap urusanmu,
Kau harus kuat dan sabar dalam membimbing Hawa yang semakin liar,
Kau harus teruskan perjuanganmu menentang hawa nafsumu,
Agar nafsu Hawa tidak terus-terusan menular.
Adam... 
Hawa meminta agar kau bersikap tegas dan berani,
Supaya Hawa takut untuk menggoda dan mendekati,
Supaya syaitan tidak membisikkan godaan nafsu durjana,
Agar kau bisa menjadi pemimpin dan ketua yang diidami Hawa. 
Begitu juga Hawa...
Mahalkanlah senyummu yang bisa menawan hati lelaki,
Jagalah dan peliharalah aurat dan maruah dirimu,
Untuk membentengi nafsu yang sangat dibenci,
Agar kau suci terpelihara saat Adam menyuntingmu.
Hawa...
Adam mudah cair dengan keanggunan wajahmu,
Namun...itu bukanlah yang Adam harapkan,
Adam mengharapkan Hawa yang berpegang teguh pada agama sebagai penyuci kalbu,
Adam juga menginginkan Hawa yang sopan dan memelihara aurat dalam berpakaian.
Dan
Untukmu Adam :
Jadilah Adam yang berpendidikan tinggi dalam agama yang bisa membimbing Hawa dari menjadi mangsa godaan syaitan dan nafsu yang boleh membinasakan.
Jadilah Adam yang murah dengan kata-kata nasihat dan teguran yang boleh memperbaiki Hawa.
Jadilah Adam yang sentiasa berjuang menentang nafsu dan memelihara maruah diri untuk orang tercinta yang sah bergelar isteri.
Jadilah juga Adam yang boleh menjadi ketua keluarga, imam dalam solat berjemaah dan pemimpin agama seperti yang diingini oleh Hawa.
Untukmu Hawa :
Jadilah Hawa yang tinggi dengan didikan agama, merendah diri dengan akhlak terpuji dan baik hati. Jadilah Hawa yang menjaga aurat dan maruah diri dari sewenang-wenangnya dilihat ajnabi.
Jadilah Hawa yang sentiasa haus akan ilmu nasihat dan teguran sebagai persiapan menjadi Hawa yang solehah untuk seorang yang sah bergelar suami.
Jadilah juga seorang Hawa yang bisa menjadi anak, ibu dan isteri yang solehah serta hamba Allah yang beriman dan bertaqwa seperti yang diidamkan oleh Adam.

Tuesday, May 3, 2011

Hati Seorang Ayah



Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya dikala melihat ayahnya mengusap wajahnya yang mulai berkerut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, disertai suara batuk-batuknya.

Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya: "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok?"

Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.
Si ayah menjawab: "Sebab ayah seorang lelaki."

Anak perempuan itu berkata sendirian: "Saya tidak mengerti." disulami dengan kerutan di kening kerana jawapan ayahnya membuatnya dirinya kebingungan.

Ayah hanya tersenyum. Dibelainya rambut anaknya itu lalu menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan: "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki."

Demikian bisik si ayah, menambahkan kebingungan di hati si anak.

Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya, "Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Lantas Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keluarga memang akan kelihatan demikian."

Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga masih tercari-cari jawapan, mengapa wajah ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya kian membongkok?

Sehinggalah pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali.

Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai jawapan rasa kebingungannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung."

"Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya".

"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya."

"Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat di mana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-anaknya."

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka,walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya."

"Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga (seri/penyokong), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."

Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh.
Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah."

Sunday, May 1, 2011

muhasabah cinta


Ayat-ayat cinta dariNya~

'Maka apabila manusia ditimpa BENCANA dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami BERIKAN NIKMAT Kami kepadanya, dia berkata " sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah kerana KEPINTARANKU" SEBENARNYA itu adalah UJIAN, tetapi kebanyakan mereka TIDAK mengetahui' (AZ-ZUMAR:49)


bila hati mula bicara-->

kita hanya;

mengingati Allah bila dalam kesusahan?
mengingati Allah bila mahukan perlindungan?
mengingati Allah pabila takut ketika keseorangan??



jadi;

tak perlu ye ingat masa kita senang?
tak perlu ye ingat masa kita rasa akan keselamatan?
tak perlu ya ingat masa kita ramai2 n kawan2??
tak perlu ke????~



Allahu Allah...

sungguh,kita hanya hamba yang lemah..
pantas pabila nikmat diberi,
terkadang lupa untuk mensyukuri...



Duhai diri,

jangan pabila jatuh tersungkur,
baru terdetik mengucap kata syukur..
jangan pabila kau jatuh terduduk,
baru ke bawah padaNYa kau tunduk,
jangan pabila pintu taubat tertutup,
berjuta dosa termaktub...(T_T)



Duhai diri,

JANGAN SOMBONG,,,
JANGAN SOMBONG,,,
JANGAN SOMBONG!!!



semua yang ada padamu,

BUKAN KAU PUNYA...
semua yang ada padamu,
HANYA PINJAMAN SEMATA,
semua yang ada padamu,
BUKAN KEKAL SELAMANYA...



bangkitlah!

sedarlah!
kau perlukan DIA...
mengapa perlu bermegah,
punya PINJAMAN kuasa...
sedangkan Dia MAHA BERKUASA,
KEKAL BERKUASA,,
tanpa kewujudan kita!
wallahua'lam



p/s- peringatan buat diri ini,

Saturday, April 23, 2011

Anda Stress ??


Bismillah wal Hamdulillah.

Salam imtihan buat semua.

Buat mereka yang berada di dalam negara, mahupun di luar negara.

'Imtihan' ni banyak cabangnya. Bukan sahaja terbatas kepada peperiksaan bertulis atau ujian lisan, malah boleh diluaskan melalui ujian-ujian dalan kehidupan kita seharian.

Life is a test.

Wealth also is a test.

kan3?



Jadi, bagi mereka-mereka yang agak stress atau tertekan dengan exam, kuiz, tutorial, etc dan ujian-ujian dunia ini, di bawah ini ada cara-cara yang boleh diaplikasikan dan dilakukan. InsyaAllah, tidak melanggar syara'.. :)

1) Ambil wudhu'

2) Solat

3) Baca Quran

4) Duduk bersila, tutup mata, dan berzikir, atau menyebut 'ALLAH' (pastikan hingga rasa zuukk dalam hati)

5) Makan

6) Baring

7) Tidur

8) Dengar nasyid / muzik yang tidak melalaikan

9) Telefon parents - minta kata-kata semangat

10) Mesej kawan-kawan.

11) Layari internet sambil jalan-jalan ke blog orang - jangan amalkan, nanti lama pula duk depan laptop tu 




Boleh pilih mana-mana yang berkenan di hati.

"Alaaahai..ni yang biasa punya.. Tak bagitahu pun, orang dah tahu."

"Memang lah.  saja ja nak bagitahu.." ^_^'

Jika ditanya kepada saya, apa yang akan saya pilih? Boleh tanya personal kepada saya (perlukah..?) :)


Akhir kata, moga sama-sama beroleh ketenangan. Segala-galanya datang dari Allah. Mintalah padaNya. Ok? 


Sekian, itu sahaja.

Doakan saya..

~ Aslih Nafsak Wad'u Ghairak ~

Monday, April 11, 2011

Mukmin Itu Bersaudara



Keimanan sejati hanya akan wujud dengan adanya tali persaudaraan yang sebenar dan persaudaraan murni tidak akan bermakna jika seseorang muslim tidak pernah mahu ikut merasai kesedihan dan penderitaan saudaranya.
Rasa cinta dan belas kasihan di antara mereka ini membuahkan sikap saling bantu-membantu, tolong-menolong dan bergotong-royong dalam apa juapun tugas-tugas dan kewajipan yang dibebankan ke atas mereka, apatah lagi dalam keadaan susah dan penderitaan yang menimpa saudara-saudara mereka.
Bantulah Saudaramu
Jama'atul muslimin hakikatnya adalah wihdatul ummah. Ia merupakan batu asas bagi tegaknya bangunan khulafah. Jama'ah yang dengannya umat Islam bersatu tenaga untuk melaksanakan syariat Allah, merupakan realiti sejarah yang pernah dibuktikan oleh Rasulullah s.a.w dan para sahabatnya.
Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Maka ia tidak akan menzalimi dan membiarkannya (menderita)." (Hadith Riwayat Imam Al-Bukhari)

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٌ۬ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat
(Surah Al-Hujraat 49: Ayat ke 10)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...